Ini 5 Ritual Unik yang Masih Dilestarikan Orang Bali

Menyebut nama Bali, Anda akan mengingat keindahan pantai pasir putih untuk berburu sunrise atau sunset. Nama Bali juga identik dengan deretan tradisi warisan leluhur yang masih dilestarikan masyarakatnya hingga kini. Sekalipun Bali menjadi destinasi wisata utama Indonesia, kemajuan industri pariwisata di Pulau Dewata tetap mampu berjalan selaras dengan budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Bahkan, banyak wisatawan sengaja memesan tiket pesawat ke Bali hanya untuk menyaksikan langsung berbagai ritual unik. Bagi wisatawan, terutama dari luar negeri, kekayaan budaya Bali adalah magnet tersendiri yang memperkaya wawasan dan menambah pengalaman. Selain berbagai objek wisata, tradisi atau ritual unik masyarakat Bali juga menjadi atraksi wisata tahunan yang wajib masuk dalam itinerary.

Lalu, apa saja 5 ritual unik masyarakat Bali yang masih dilestarikan hingga kini? Berikut ulasannya.

Ritual Perang Pandan

Ritual Perang Pandan  (sumber: en.wikipedia.org)

Ritual Perang Pandan dikenal warga Desa Tenganan, Karangasem dengan sebutan Mekare-kare. Masing-masing pihak yang berduel satu lawan satu menggenggam senjata berupa rangkaian pandan berduri.

Biasanya, ritual ini dilakukan di halaman Bale Agung ketika Ngusaba Kapat atau Sasih Sambah, yang jatuh sekitar bulan Juni. Warga desa menggelar ritual ini guna menghormati Dewa Indra, sang Dewa Perang yang dianggap sebagai dewa tertinggi umat Hindu Tenganan.

Makepung

Makepung secara harfiah memiliki makna berkejar-kejaran. Kabupaten Jembrana adalah rumah bagi tradisi tahunan kelompok tani yang sekilas mirip karapan sapi di Madura. Beberapa joki memacu sepasang kerbau di lintasan yang berlumpur. Siapa yang tiba lebih dulu di garis akhir, dialah pemenangnya.

Kerbau yang dipakai mendapat perlakuan khusus, lengkap dengan ritual yang dilakukan sebelum lomba. Makepung biasa digelar setiap Minggu pada bulan Juli hingga November. Anda bisa menyusun rencana untuk menyaksikan ritual unik ini.

Mesuryak

Ritual Mesuryak dilakukan guna memberi penghormatan kepada para leluhur dengan gembira. Wujud sukacita itu tampil melalui pemberian persembahan seperti uang dan beras. Warga Desa Bongan, Tabanan ramai-ramai bersorak sambil melemparkan uang ke udara yang kemudian diperebutkan kembali oleh warga lain.

Mesuryak biasa dilakukan 6 bulan sekali, bersamaan dengan rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Warga percaya, usai kehadiran leluhur di tengah keluarga pada saat Galungan, mereka akan mengantarkan kembali leluhur ke nirwana dengan membawa perbekalan tersebut ketika Kuningan tiba.

Melasti

Upacara Melasti merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi. Meskipun demikian, adakalanya ritual ini digelar pada waktu-waktu tertentu oleh sebuah pura. Melasti yang diselenggarakan secara serempak biasa berlangsung pada 3-4 hari sebelum Nyepi, tepatnya sekitar bulan Maret.

Senjata nawa sanga, pretima, kober, dan umbul-umbul diarak umat Hindu menuju sumber air seperti laut. Tujuan arak-arakan itu untuk menyucikan dan menghanyutkan semua kotoran atau malaning bumi, serta penderitaan manusia. Sumber air itu pula yang dipakai dalam ritual menyucikan diri dengan mengambil tirta amertha.

Pawai Ogoh-Ogoh

Pawai Ogoh-Ogoh (sumber: bulelengkab.go.id)

Pawai Ogoh-Ogoh rutin dilakukan satu hari sebelum Nyepi. Jika Anda melihat rupa Ogoh-ogoh, sosoknya merepresentasikan Bhuta Kala: raksasa atau binatang menyeramkan yang menjadi simbol kejahatan.

Rangkaian prosesi ritual ini diawali dengan Tawur Kesanga untuk memberi upah pada Bhuta Kala. Menjelang petang, sekitar pukul 18.00, ogoh-ogoh ini diusir dan diarak keliling supaya tidak mengganggu manusia, khususnya saat Nyepi tiba.

Mana ritual unik yang ingin Anda saksikan langsung? Segera susun perjalanan Anda dan pesan tiket Citilink melalui Airy.

Membeli tiket lewat aplikasi lebih praktis, terjamin keamanannya, dan bebas penipuan. Anda juga tidak usah cemas jika harus mengubah rencana perjalanan. Fitur refund dan reschedule bisa Anda manfaatkan dengan beberapa langkah saja.

Ayo, saksikan sendiri deretan ritual unik masyarakat Bali bersama Airy sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *